Adsense Indonesia
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Januari 2020

CARA KAYA ALA 3 SAHABAT NABI

- 0 komentar
Ringkasan ceramah "cara Kaya Ala 3 Sahabat Nabi - Ustadz Budi Ashari Lc."
oleh Syamsul Arifin




Dasar:

1. Harus mengerti tema perdagangan dengan Allah (dunia dan akhirat)

2. Jauhi segala bisnis perdagangan yang melanggar syariat.



Tips Utsman bin Affan RA 
(hartanya 30 juta dirham = 1,95 triliun; 150 ribu dinar = 330 milyar rupiah, sodaqohnya 200 ribu dinar = 440 milyar)

1. Terjun langsung di bisnis

2. Menumbuhkan bisnis (keuntungan tidak diambil semua)

3. Tidak meremehkan keuntungan

4. Tidak membeli yang tua

5. Modal dipecah menjadi 2 bisnis



Tips Abdurrahman bin Auf RA
(hartanya 30,200,000 dinar: 66,4 triliun)

1. Memiliki skill tinggi yang tidak melanggar syariat.
   (jangan pikirkan modal; telaten di awal dengan hal/keuntungan kecil atau tidak terburu-buru)

2. Transaksi cash. Tidak menjual dalam bentuk hutang

3. Sedikit apapun adalah untung; tidak ingin untung banyak

4. Tidak membeli/jual barang cacat

5. Mencari berkah Allah



Tips Zubair bin Awwam RA
(hartanya 30,200,000 dirham : 3,2 trilun)

Ketika meninggal, Zubari memiliki hutangnya banyak, tapi dia tahu asetnya besar, dan hutangnya itu adalah titipan uang dari masyarakat yang akad titipannya sudah diubah menjadi hutang sehingga bisa dipakai sebagai modal/dikembangkan. Setelah meninggal pun harta Zubair masih sisa banyak untuk wariskan.

Semoga Bermanfaat :)
[Read More...]

Selasa, 25 November 2014

BELAJAR TEKA-TEKI DARI IMAM AL-GHAZALI

- 0 komentar


ADA sebuah cerita mengenai Imam al-Ghazali bersama murid-muridnya, yang ketika itu mereka sedang berkumpul bersama. Dalam perkumpulan mereka, Imam al-Ghazali melontarkan beberapa teka teki kepada muridnya. Imam Ghazali : “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”
Murid 1 : “Orangtua.”
Murid 2 : “Guru.”
Murid 3 : “Teman.”
Murid 4 : “Kaum kerabat.”
Imam Ghazali : “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah ‘mati’. Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati (Surah Ali-Imran: 185).
Imam Ghazali : “Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?”
Murid 1 : “Negeri Cina.”
Murid 2 : “Bulan.”
Murid 3 : “Matahari.”
Murid 4 : “Bintang-bintang.”
Iman Ghazali : “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah ‘masa lalu’. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu, kita harus menjaga hari ini, hari esok, dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran agama.”
Iman Ghazali : “Apa yang paling besar di dunia ini?”
Murid 1 : “Gunung.”
Murid 2 : “Matahari.”
Murid 3 : “Bumi.”
Imam Ghazali : “Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah ‘hawa nafsu’ (Surah Al A’raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.”
Iman Ghazali : “Apa yang paling berat di dunia?”
Murid 1 : “Baja.”
Murid 2 : “Besi.”
Murid 3 : “Gajah.”
Imam Ghazali : “Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah ‘memegang amanah’ (Surah Al-Ahzab: 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah pemimpin di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka karena gagal memegang amanah.”
Imam Ghazali : “Apa yang paling ringan di dunia ini?”
Murid 1 : “Kapas.”
Murid 2 : “Angin.”
Murid 3 : “Debu.”
Murid 4 : “Daun-daun.”
Imam Ghazali : “Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali di dunia ini adalah ‘meninggalkan shalat’. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan shalat.”
Imam Ghazali : “Apa yang paling tajam sekali di dunia ini?”
Murid- Murid dengan serentak menjawab : “Pedang.”
Imam Ghazali : “Itu benar, tapi yang paling tajam sekali di dunia ini adalah ‘lidah manusia’. Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.”
[Read More...]

Sabtu, 13 Juli 2013

Sholat yang tidak Diterima Allah SWT

- 0 komentar
Sebelum saya mulai, selamat menunaikan ibadah puasa untuk saudara muslim seiman sobat freeshare. Semoga amal ibadah diterima Allah SWT. dan bisa melaksanakan puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan tahun ini. Amiiiin......
berdoa freeshare blog
OK, simak langsung postingan berikut tentang SOLAT YANG TIDAK DITERIMA OLEH ALLAH S.W.T
 
Rasulullah S.A.W. telah bersabda : "Sesiapa yang memelihara solat, maka solat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan
jalan selamat dan barangsiapa yang tidak memelihara solat, maka sesungguhnya solat itu tidak menjadi cahaya, dan tidak
juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya." (Tabyinul Mahaarim)
Rasulullah S.A.W telah bersabda bahawa : "10 orang solatnya tidak diterima oleh Allah S.W.T, antaranya:
1. Orang lelaki yang solat sendirian tanpa membaca sesuatu.
2. Orang lelaki yang mengerjakan solat tetapi tidak mengeluarkan zakat.
3. Orang lelaki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.
4. Orang lelaki yang melarikan diri.
5. Orang lelaki yang minum arak tanpa mahu meninggalkannya (Taubat).
6. Orang perempuan yang suaminya marah kepadanya.
7. Orang perempuan yang mengerjakan solat tanpa memakai tudung.
8. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya.
9. Orang-orang yang suka makan riba'.
10. Orang yang solatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar."
Sabda Rasulullah S.A.W : "Barang siapa yang solatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya solatnya itu hanya menambahkan
kemurkaan Allah S.W.T dan jauh dari Allah."
Hassan r.a berkata : "Kalau solat kamu itu tidak dapat menahan kamu dari melakukan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kamu dianggap orang yang tidak mengerjakan solat.Dan pada hari kiamat nanti solatmu itu akan dilemparkan semula ke arah mukamu seperti satu bungkusan kain tebal yang
buruk."

Semoga bermanfaat, terimakasih.

[Read More...]

Rabu, 10 Juli 2013

Adab Sebelum Tidur

- 0 komentar
adab tidur 

 Adab islami sebelum tidur yang seharusnya tidak ditinggalkan oleh seorang muslim adalah sebagai berikut;

①. TIDURLAH DALAM KEADAAN BERWUDHU. ✔

Hal ini berdasarkan hadits Al Baro’ bin ‘Azib, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ

“Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu...!!!” (HR. Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)

②. TIDUR BERBARING PADA SISI KANAN. ✔

Hal ini berdasarkan hadits di atas. Adapun manfaatnya sebagaimana disebutkan oleh Ibnul Qayyim;

“Tidur berbaring pada sisi kanan dianjurkan dalam Islam agar seseorang tidak kesusahan untuk bangun shalat malam...!!!”

“Tidur pada sisi kanan lebih bermanfaat pada jantung...!!!”

“Sedangkan tidur pada sisi kiri berguna bagi badan (namun membuat seseorang semakin malas)...!!!”

(Zaadul Ma’ad, 1/321-322).

③. MENIUP KEDUA TELAPAK TANGAN. ✔

Meniup kedua telapak tangan sambil membaca surat Al Ikhlash (qul huwallahu ahad), surat Al Falaq (qul a’udzu bi robbil falaq), dan surat An Naas (qul a’udzu bi robbinnaas), masing² sekali. Setelah itu mengusap kedua tangan tersebut ke wajah dan bagian tubuh yang dapat dijangkau.

Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali. Inilah yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana dikatakan oleh istrinya ‘Aisyah; Dari ‘Aisyah, beliau radhiyallahu ‘anha berkata;

كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ

“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali...!!!” (HR. Bukhari no. 5017)

Membaca Al Qur’an sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini lebih menenangkan hati dan pikiran daripada sekedar mendengarkan alunan musik.

④. MEMBACA AYAT KURSI SEBELUM TIDUR. ✔

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata;

وَكَّلَنِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ ، فَأَتَانِى آتٍ ، فَجَعَلَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ ، فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ لأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – . فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – صَدَقَكَ وَهْوَ كَذُوبٌ ، ذَاكَ شَيْطَانٌ »

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menugaskan aku menjaga harta zakat Ramadhan kemudian ada orang yang datang mencuri makanan namun aku merebutnya kembali, lalu aku katakan; “Aku pasti akan mengadukan kamu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam...!!!”

Lalu Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menceritakan suatu hadits berkenaan masalah ini. Selanjutnya orang yang datang kepadanya tadi berkata; “Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Al Kursi karena dengannya kamu selalu dijaga oleh Allah Ta’ala dan syetan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi...!!!”

Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Benar apa yang dikatakannya padahal dia itu pendusta. Dia itu syetan...!!!”

(HR. Bukhari no. 3275)

⑤. MEMBACA DO’A SEBELUM TIDUR. ✔

Dari Hudzaifah, ia berkata;

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَالَ بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا وَإِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا ، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan; “Bismika allahumma amuutu wa ahyaa” (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup)...!!!’’

“Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan; “Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali)...!!!” (HR. Bukhari no. 6324)

Masih ada beberapa dzikir sebelum tidur lainnya yang tidak kami sebutkan dalam tulisan kali ini. Silakan menelaahnya di buku Hisnul Muslim, Syaikh Sa’id bin Wahf Al Qohthoni.

⑥. SEBISA MUNGKIN MEMBIASAKAN TIDUR AWAL MALAM (tidak sering begadang) JIKA TIDAK ADA KEPENTINGAN YANG BERMANFAAT. ✔

Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata;

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol² setelahnya...!!!” (HR. Bukhari no. 568)

Ibnu Baththol menjelaskan;
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah. ‘Umar bin Al Khottob sampai² pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan; “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap...?!?” (Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 3/278, Asy Syamilah)

Semoga besok pagi Kita masih diberikan Nikmat umur oleh Allah SWT, sehingga dapat Mensyukuri Nikmatnya dan Menggunakanya dijalan-Nya. Aamiin ya Robbal 'alamin.


Semoga bermanfaat

sumber
[Read More...]
 
Copyright © . FreeShare Freelance Blog - Posts · Comments
Theme Template by Izca_design · Powered by Blogger